Rabu, 30 Agustus 2023

MODEL DAN EVALUASI PEMBELAJARAN SAINS - MODEL DAN STRATEGI PEMBELAJARAN MASA KINI

 Assalamualaikum wr.wb

Salam Bahagia untuk kita semua.

Perkenalkan, saya Zulaiha salah satu mahasiswa Magister Pendidikan IPA di Universitas Jambi angkatan 2023. Pada postingan kali ini saya akan merefleksikan hasil perkuliahan saya dengan Bapak Dr. Drs. Syamsurizal,M.Si pada mata kuliah Model dan Evaluasi Pembelajaran Sains pada pertemuan pertama.

Pada pertemuan pertama ini, Pak Syamsurizal memberikan gambaran umum bahan kajian model dan evaluasi pembelajaran. Beliau pun menyebutkan 3 bentuk model dan strategi pembelajaran di masa kini yaitu cybergogy, Peeragogy dan Heutagogy. Mari kita bahas satu persatu: 

1. Cybergogy

          Cybergogy merupakan strategi pendidikan yang mendorong para pembelajar untuk terlibat dalam lingkungan belajar dalam jaringan. Lingkungan online, serba terkoneksi internet, kini telah menjadi hal yang lumrah dalam kehidupan kita terutama para mahasiswa. Interaksi kita saat ini lebih banyak dalam bentuk maya baik dalam berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang lain. Strategi cybergogy ini dapat menciptakan suatu peluang baru dalam pendidikan, guru dapat menciptakan lingkungan dan iklim belajar yang lebih luas lagi dengan berbasis IT karena siswa dapat menjelajah lebih luas dan para pendidik dapat mengekspolasi pengetahuan menjadi lebih menarik dan relevan dengan kondisi saat ini.


2. Peeragogy

        Peeragogy merupakan strategi pendidikan yang membiasakan untuk terlatih pada belajar bekerjasama dan menciptakan bersama-sama. Strategi ini penting untuk kita terapkan karena pada era sekarang ini, para siswa maupun mahasiswa lebih terbiasa menyendiri dan sangat individual karena semua materi pembelajaran dapat diakses di internet sehingga sangat sedikit sekali siswa yang terbiasa bekerja kelompok dengan teman sebaya nya. Padahal keterampilan di abad 21 ini mensyaratkan kompetensi siswa untuk mampu berkolaborasi dengan individu lainnya. Kompetensi ini perlu ditanamkan melalui strategi peeragogy. 

3.  Heutagogy

        Heutagogy merupakan strategi mendidik siswa yang mendorong mereka untuk mencari keahlian maupun keterampilan mengarahkan diri. Tanpa kemampuann mengarahkan diri, siswa akan sangant mudah terpengaruh dan teralihkan oleh fitur digital lainnya. Kita sadari bahwa saat ini perkembangan IT terutama gadget dengan berbagai aplikasi-aplikasinya dapat mengganggu konsentrasi siswa dan makin mengganggu fokus belajar siswa. Jika siswa hanya fokus dan terlena dengan penggunaan gadgetnya maka siswa akan selalu terbuai dengan berbagai konten-konten di media sosial yang dapat membuat konsentrasi belajarnya terganggu. Hal ini dapat mengakibatkan siswa memiliki pengetahuan dangkal dan tidak mampu memahami permasalahan secara mendalam dan komprehensif. 

Adapun hal yang dibahas pada pertemuan pertama kemarin yaitu 9 kecerdasan yang dimiliki oleh manusia, antara lain sebagai berikut :

1. Naturalistik : memiliki kepekaan lebih terhadap alam

2. Bermusik : lebih tertarik dengan musik, sensitif terhadap suara, mengenali nada-nada

3. Logika-matematis : dengan angka dan matematika, cenderung berpikir logis

4. Eksitensial : banyak berpikir sebab-akibat, kecerdasan spiritual/moral

5. Interpesonal : sangat mudah bergaul dengan orang lain, mempunyai rasa empati yang tinggi

6. Intrapersonal : Pintar untuk mengelola emosi, mengelola stres, cenderung dewasa

7. Linguistik : mudah memahami kata-kata dan pandai menuliskannya

8. Kinestetik : Kepekaan tubuh yang sangat baik, keterampilan motorik sangat baik

9. Spasial : mempunyai imajinasi yang tinggi, kreatif dan visioner

Sebagai seorang pendidik, kita sebaiknya memahami dan menganalisis kecerdasan yang ada pada siswa sehingga kita dapat menerapkan model pembelajaran yang tepat sesuai dengan kecerdasan serta gaya belajar yang dimiliki oleh siswa. 


Tidak dapat kita pungkiri bahwa kehidupan kita saat ini tidak dapat dilepaskan dengan perkembangan teknologi, siswa akan mendapatkan semua informasi dan hal baru maupun materi-materi pembelajaran dari internet dengan cukup mengetikkan keywords nya saja. Hal ini tentu sangat berbeda dengan zaman dahulu, dimana peran guru serta buku pelajaran merupakan sumber satu-satunya bagi siswa dalam mendapatkan informasi. 

Maka dari itu, kita sebagai pendidik sebaiknya memanfaatkan hal tersebut untuk mempermudah kita dalam proses pembelajaran di sekolah. Kita harus beralih dari cara mengajar dimana guru sebagai satu-satunya sumber informasi menjadi guru sebagai fasilitator. Dalam pembelajaran di kelas,pergunakanlah sumber-sumber belajar dari berbagai sumber, guru cukup memfasilitasi dan memberikan motivasi kepada siswa. Sebagai guru, kita harus tetap tangguh dan responsif agar dapat terus survive dengan perkembangan teknologi saat ini. "Teknologi tidak akan menggantikan guru, namun teknologi di tangan guru yang hebat akan mencapai hasil yang baik". Pendidik harus juga terus belajar sebelum mengajar di sekolah. Karena belajar itu sepanjang hayat. 

Dari Perkuliahan hari pertama ini, saya mendapatkan berbagai informasi tentang 3 bentuk stragegi pendidikan, 9 macam kecerdasan manusia serta cara menanggapi perkembangan teknologi dalam dunia pendidikan. Hambatan yang mungkin dialami oleh para guru yaitu minimnya kesadaran siswa untuk memanfaatkan teknologi yang ada saat ini untuk mencari informasi dan materi pembelajaran, mereka lebih tertarik mencari informasi ataupun membuka aplikasi-aplikasi sosial media dan games.

Maka dari itu, kita sebagai pendidik berperan sebagai fasilitator dan motivator yang memberikan motivasi kepada mereka untuk memanfaatkan gadget nya tersebut untuk mendapatkan ilmu-ilmu pengetahuan yang bermanfaat untuk pendidikan mereka.

Demikian refleksi dan review saya terhadap materi perkuliahan model dan evaluasi pembelajaran sains pada pertemuan pertama. Semoga informasi yang saya dapat ini dapat bermanfaat bagi saya maupun bagi rekan-rekan yang membaca artikel ini serta menjadi amal jariyah bagi Dr.Drs. Syamsurizal,M.Si yang telah membagikan materi tersebut kepada kami.

Wassalamualaikum wr.wb


Transformasi Pembelajaran Melalui Difusi dan Inovasi: Menuju Masa Depan Pendidikan

Pendidikan adalah pilar utama dalam pembangunan suatu masyarakat. Seiring dengan perkembangan zaman, metode pembelajaran juga perlu terus be...