Rabu, 28 September 2022

Jurnal Refleksi Modul 2.2 - Kompetensi Sosial Emosional

 Assalamualaikum wr.wb

Salam Bahagia Bapak Ibu Guru Hebat !

Berikut ini refleksi saya terkait pembelajaran modul 2.2 tentang Pembelajaran Sosial dan Emosional


Facts (Peristiwa)

    Kegiatan pembelajaran pada program guru penggerak menggunakan alur "MERDEKA" dimana calon guru penggerak akan melalui tahapan Mulai Diri yang mengukur pengetahuan awal CGP terkait materi yang akan dipelajari. Tahap demi tahap harus dilalui dengan urut agar semua materi dapat dipelajari dan dipahami secara maksimal. 

    Kegiatan pembelajaran pada modul 2.2 Pembelajaran Sosial dan Emosional, KSE ini memasuki tahap akhir. Saya mengikuti kegiatan Elaborasi Pemahaman bersama instruktur dan sesama CGP lainnya. Pada rencana aksi nyata, saya telah membuat RPP yang terintegrasi dengan pembelajaran berdiferensiasi dan KSE. Dalam elaborasi pemahaman, saya memperoleh tambahan informasi dan contoh-contoh yang menguatkan pemahaman pada KSE. Ketika membuat koneksi antar materi, saya membaca kembali materi KSE, mencermati video, tugas ruang kolaborasi, dan RPP yang sudah dibuat, sehingga memperoleh gambaran utuh mengenai KSE dan kaitannya dengan pembelajaran berdiferensiasi.


Feelings (Perasaan)

    Penerapan Kompetensi Sosial dan Emosional dalam pembelajaran di kelas merupakan hal baru bagi saya, meskipun sebenarnya tanpa disadari, sebelum mempelajari modul ini saya pribadi, sesekali pernah melakukan teknik STOP untuk meningkatkan kesadaran penuh siswa. Namun dahulu saya belum memahami bahwa ini merupakan praktik KSE. 

    Untuk menambah pengetahuan saya tentang KSE saya mengikuti elaborasi pemahaman, membaca beberapa contoh penerapan KSE di kelas, dan berdiskusi dengan rekan CGP. Hal-hal tersebut membuat saya merasa lebih siap, tidak bingung lagi untuk menerapkan KSE di kelas. Saya antusias ketika mengikuti alur pembelajaran di modul PSE, dan bersemangat untuk menerapkan KSE dalam pembelajaran di kelas. 


Findings (Pembelajaran)

    Banyak sekali Pembelajaran yang saya dapatkan pada modul ini, dari hasil ruang kolaborasi dengan fasilitator dan rekan CGP membuat saya lebih memahami PSE. Pengalaman dari instruktur yang dibagikan kepada CGP membuat saya mendapat inspirasi tentang penerapan KSE di kelas. Saya mendapat inspirasi berupa contoh-contoh yang dapat saya modifikasi dan adaptasi untuk diterapkan. 

    Saya juga mendapat pembelajaran berupa mencoba praktik teknik STOP bersama instruktur selama pembelajaran. Melalui proses pembelajaran ini, saya menyadari bahwa KSE sangat diperlukan oleh guru untuk melakukan berbagai kegiatan dan untuk mengoptimalkan potensi siswa.


Future (Penerapan)

    Dengan mempelajari modul PSE, saya dapat mengenali perasaan, mengelola diri, memahami orang lain, membangun komunikasi, dan mengambil keputusan dengan lebih baik. Sehingga, saya berharap saya  mampu melaksanakan pembelajaran, kegiatan sekolah, kegiatan di masyarakat, dan di keluarga dengan lebih baik, responsive, dan bertanggung jawab. Melalui penerapan KSE, saya yakin siswa akan menjadi orang yang mampu menghadapi masalah, menemukan solusi atas masalahnya, dan menjadi orang yang berkarakter baik.

Berikut ini video Koneksi Antar Materi Modul 2.2 :



Minggu, 18 September 2022

Pelatihan Google Master Trainee Level 2

 Assalamualaikum wr.wb

Pada blog ini saya mau menceritakan bagaimana perjalanan saya hingga bisa menjadi peserta GMT Level 2.



Selasa, 13 September 2022

Jurnal Refleksi Modul 2.1 (Pembelajaran Berdiferensiasi) - Pendidikan Guru Penggerak Angkatan 5

 Assalamualaikum wr.wb

Salam dan bahagia bapak ibu guru hebat dimanapun berada.

Berikut ini Jurnal refleksi saya selama mengikuti pembelajaran di Modul 2.1 Merefleksikan diri merupakan bagian penting bagi kita untuk melihat sejauh mana potensi yang sudah kita miliki, hal apa yang perlu diperbaiki dan perlu ditingkatkan agar ke depannya kita dapat meningkatkan kompetensi diri. 

Peristiwa

    Perjalanan mempelajari modul 2.1 merupakan kelanjutan dari modul sebelumnya yaitu modul 1. Kegiatan diawali dengan pre-test untuk melihat kemampuan awal CGP. Pembelajaran menggunakan alur MERDEKA (Mulai dari diri sendiri, Eksplorasi konsep, Ruang kolaborasi, Demonstrasi kontekstual, Elaborasi pemahaman, Koneksi antar materi, dan Aksi nyata). 

    Mulai dari diri merupakan awal untuk mempersiapkan diri dalam menerima pengetahuan baru pada modul 2.1, kemudian dilanjutkan dengan eksplorasi konsep pemikiran kita dari modul yang sudah dipelajari, diskusi dengan rekan CGP dalam ruang kolaborasi untuk menemukan kesamaan persepsi serta saling memberi masukan konstruktif dalam menyusun rencana pembelajaran berdiferensiasi, secara mandiri menyusun RPP berdiferensiasi diunggah di LMS untuk mendapat umpan balik dari sesama CGP dan fasilitator, mendapat penguatan dari narasumber dalam elaborasi pemahaman, membuat keterkaitan dengan materi sebelumnya yang sudah dipelajari, dan diakhiri dengan aksi nyata praktik pembelajaran berdiferensiasi di kelas sesuai dengan RPP yang sudah dibuat.  

Diagram Frayer :

Perasaan

    Pada modul 2.1 tentang pembelajaran berdiferensiasi ini, saya baru sadar bahwa sistem mengajar saya selama ini masih kurang tepat. Karena kita hanya berfokus pada ketercapaian materi kurikulum, sehingga yang saya kejar adalah ketuntasan materi tanpa memperhatikan apakah semua siswa sudah memahami materi tersebut atau belum. Selama ini, model pembelajaran yang kita pakai di kelas selalu sama untuk semua siswa, namun setelah mempelajari modul ini saya baru paham bahwa dalam menyampaikan materi pun kita harus memperhatikan cara belajar siswa di kelas yang tentunya berbeda-beda. Kita harus lebih kreatif dalam memilih model dan teknik penyampaian materi agar semua siswa dapat merasakan kemudahan saat belajar karena model pembelajarannya sesuai dengan gaya belajar mereka. 
    Dalam kegiatan ruang kolaborasi, banyak sekali ilmu dan pengalaman yang saya dapat dari kegiatan sharing dengan rekan CGP yang lain. Di kegiatan inilah kita bisa sharing dengan rekan CGP tentang strategi-strategi penerapan pembelajaran berdiferensiasi di kelas.





Pembelajaran

    Pembelajaran berdiferensiasi didesain agar guru bisa melaksanakan pembelajaran yang mampu mengakomodir berbagai macam kebutuhan belajar murid. Guru harus memiliki kepekaan dalam merespon semua kebutuhan belajar murid, hal ini dapat dilakukan dengan memperhatikan : bagaimana kesiapan belajar murid; bagaimana minat murid terhadap materi pembelajaran kita; dan seperti apa profil belajar murid. Kemudian dalam kegiatan pembelajaran, guru perlu juga memperhatikan strategi : diferensiasi konten; diferensiasi proses; dan diferensiasi produk. Dan dalam proses penilaian, guru menggunakan penilaian berjenjang. Harapannya, semua murid bisa memperoleh kesempatan yang sama dalam mengikuti pembelajaran, sehingga lingkungan yang aman dan nyaman pun akan didapatkan murid.

    Modul ini mempunyai koneksi dengan materi pada modul-modul sebelumnya, semua terangkum dalam video yang telah saya buat. Bisa di lihat pada video berikut ini :



Penerapan

    Agar pembelajaran berdiferensiasi dapat diselenggarakan secara efektif, maka perlu pemetaan kebutuhan belajar murid berdasarkan kesiapan, minat dan profil belajar murid, agar guru dapat menentukan perbedaan konten, proses, serta produk dalam kegiatan pembelajaran. Data pemetaan bisa diperoleh dari data murid pada tahun/semester sebelumnya, melalui angket, melalui pengamatan, atau wawancara dengan sesama rekan guru dan wali murid. Bagi saya ini merupakan pengetahuan baru, sehingga dalam penerapannya di kelas tidak semudah yang kita bayangkan. Pengalaman yang saya alami yaitu jika kita hanya mengandalkan angket gaya belajar, hal itu tidak bisa menjadi satu-satunya acuan dalam melaksanakan pembelajaran berdiferensiasi. karena bisa jadi dalam mengisi angket, anak masih belum menyadari apa kebutuhan dirinya. Maka sebaiknya kita juga perlu melakukan pengamatan di kelas tentang gaya belajar ini, bisa juga dengan berdiskusi dengan rekan guru yang lain bahkan dengan orang tuanya.



Semangat untuk kita semua bapak ibu guru, mari ikut berkontribusi dalam transformasi pendidikan di Indonesia, murid kita sekarang adalah aset yang kelak menjadi pemimpin bangsa.

Transformasi Pembelajaran Melalui Difusi dan Inovasi: Menuju Masa Depan Pendidikan

Pendidikan adalah pilar utama dalam pembangunan suatu masyarakat. Seiring dengan perkembangan zaman, metode pembelajaran juga perlu terus be...