Visi Guru Penggerak
“Anak-anak hidup dan tumbuh sesuai kodratnya sendiri.
Pendidik hanya dapat merawat dan menuntuntumbuhnya kodrat itu.”
bagaimana kita sebagai guru dapat mendesain lingkungan belajar yang memungkinkan tumbuhnya murid yang memiliki kemandirian dan motivasi intrinsik yang tinggi?
Maka atas pertanyaan itulah, guru perlu terus berlatih meningkatkan kapasitas dirinya dalam memvisualisasikan harapan, menggandeng sesama dan mentransformasikannya menjadi harapan bersama. Dari sana, baru kemudian dilanjutkan dengan segala upaya gotong-royong yang diperlukan demi pencapaian harapan bersama tersebut. Harapan kita adalah visi kita. Visi kita sekarang adalah masa depan murid kita. Masa depan murid kita adalah masa depan bangsa kita, Indonesia.
BAGJA
B-Buat Pertanyaan utama (Define)
Membuat pertanyaan utama yang akan menentukan arah penyelidikan kekuatan/potensi/ peluang; mendefinisikan tujuan; pertanyaan dibuat untuk memprovokasi/ menginisiasi perubahan (prakarsa)
A-mbil pelajaran (Discover)
Menyusun pertanyaan lanjutan untuk menemukenali kekuatan/potensi/peluang lewat penyelidikan; mengidentifikasi/ mengapresiasi yang terbaik dari apa yang telah ada, menemukan "inti positif"; setiap pertanyaan dibuat dengan hati-hati dan sifatnya positif
G-ali mimpi (Dream)
menyusun deskripsi kolektif bilamana inisiatif terwujud ● membayangkan dan menggambarkan masa depan ● gambaran masa depan dimunculkan dari contoh-contoh yang membumi dari masa lalu yang positif ● mengalokasikan kesempatan untuk berproses bersama, multi unsur (kapan, di mana, siapa saja).
J-abarkan Rencana (Design)
Mengidentifikasi tindakan konkret yang diperlukan untuk menjalankan langkah-langkah kecil sederhana yang dapat dilakukan segera, dan langkah berani/terobosan yang akan memudahkan keseluruhan pencapaian; ● Menciptakan organisasi yang ideal demi mencapai mimpi; ● Mempertahankan perubahan positif, atau menindaklanjuti masa lalu organisasi yang paling positif dan potensial ● Menyusun definisi kesuksesan pencapaian bertahap
A-tur eksekusi (Deliver)
Menentukan siapa yang berperan dalam pengambilan keputusan; ● Merupakan awal dari penciptaan ‘budaya belajar apresiatif’ yang berkelanjutan; ● Menyelaraskan interaksi setiap orang (unsur) terlibat agar dapat bersama-sama menciptakan (co-create) masa depan ● Mendesain jalur komunikasi dan pengelolaan rutinitas (misal: protokol/SOP, knowledge management, monev/refleksi)
.png)
.png)
.png)