Rabu, 13 Desember 2023

Pembelajaran Sains Berbasis Distrupsi Inovasi dan Analisis Model-model Pembelajaran

 Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh...

Salam bahagia untuk kita semua. Pada blog kali ini kita akan membahas tentang Pembelajaran Sains Berbasis Distrupsi Inovasi dan Analisis Model-model Pembelajaran.

Seperti yang telah kita bahas pada tulisan sebelumnya bahwa Pembelajaran sains berbasis distrupsi inovasi melibatkan penggunaan teknologi dalam proses belajar mengajar. Teknologi digunakan sebagai alat untuk mengubah atau merevolusi cara kita mengajar dan juga mempelajari konsep sains. Konsep ini melibatkan penggunaan teknologi canggih untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik bagi siswa, memungkinkan siswa untuk berpartisipasi secara aktif dalam proses belajar, meningkatkan motivasi dan minat belajar siswa, serta meningkatkan pemahaman konsep sains dan keterampilan praktis.

Setelah menganalisis beberapa model-model pembelajaran, kami kelompok 5 menetapkan untuk menggunakan pembelajaran project based learning sebagai model yang kami gunakan dalam proses pembelajaran kali ini. 

Adapun hal yang kami analisis yaitu Alasan pemilihan model pjbl, Sintaks pada model PjBL, Kelebihan model PjBL, serta kekurangan model PjBL ini. 

Berikut ini merupakan video rekaman diskusi kami melalui daring : 


Setelah menganalisis dan menentukan model pembelajaran yang digunakan, kemudian kami menyiapkan perangkat ajar untuk melaksanakan pembelajaran di kelas berdasarkan sintaks-sintaks model pembelajaran Project Based Learning.
Sub materi pembelajaran yang diambil yaitu tentang Listrik Arus Searah. Adapun Project yang kami harapkan dapat dibuat oleh siswa yaitu pembuatan robot dengan memanfaatkan sampah-sampah plastik.
Diharapkan, selain dapat meningkatkan kreatifitas siswa hal ini juga bermanfaat untuk mengurangi limbah sampah plastik yang ada di sekitar sekolah. 

Dalam pelaksanaan pembelajaran, kami membagi tugas per sintaks. Sehingga semua anggota kelompok mempunyai peran yang sama dalam kelompok ini. 
Berikut ini video Pembelajaran Kelompok kami dengan menggunakan Model Pembelajaran Project Based Learning :


Berikut ini hasil dari proyek pembuatan robot yang dibuat oleh siswa :




Demikian pembahasan tentang Pembelajaran Sains Berbasis Distrupsi Inovasi dan Analisis Model-model Pembelajaran . Bagi teman-teman yang ingin menambahkan atau bertanya serta berdiskusi, silahkan tinggalkan komentar dibawah ini.

Terima kasih
Wassalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh...



Kamis, 28 September 2023

Pembelajaran Kolaboratif Berbasis Keterampilan Berpikir Kritis dalam Bidang Sains.

 Assalamualaikum wr.wb


Salam bahagia untuk kita semua. Pada blog kali ini kita akan membahas tentang Pembelajaran Kolaboratif Berbasis Keterampilan Berpikir Kritis dalam Bidang Sains. 

Seperti kita ketahui bahwa pembelajaran kolaboratif merupakan sebuah proses dimana peserta didik pada berbagai tingkat kemampuan bekerja sama dalam kelompok kecil menuju tujuan bersama. Pembelajaran kolaboratif ini merupakan pendekatan yang berpusat pada peserta didik yang berasal dari teori pembelajaran sosial serta perspektif sosio - konstruktivis tentang pembelajaran. 

Kolaborasi dapat diklasifikasi sekurang-kurangnya pada tiga ranah, yaitu kolaborasi sebagai kompetensi, kolaborasi sebagai aksi atau implementasi dan kolaborasi sebagai model pembelajaran. Sedangkan kolaborasi sebagai model pembelajaran merupakan suatu upaya dari guru ataupun para pendidik untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pembelajaran, sebagai suatu strategi pemecahan masalah pembelajaran dan mencapai tujuan pembelajaran secara optimal.

Kira-kira apa saja jenis strategi yang bisa digunakan untuk pembelajaran di bidang sains ? Yuk kita simak video ini bersama. Tonton sampai habis yaa....

Video Pembelajaran Kolaboratif Berbasis Keterampilan Berpikir Kritis dalam Bidang Sains

Demikian pembahasan tentang Pembelajaran Kolaboratif Berbasis Keterampilan Berpikir Kritis dalam Bidang Sains. Bagi teman-teman yang ingin menambahkan atau bertanya serta berdiskusi, silahkan tinggalkan komentar dibawah ini.

Terima kasih
Wassalamualaikum wr.wb


Rabu, 27 September 2023

Model Pembelajaran di Era Disrupsi Inovatif

Assalamualaikum wr.wb

Salam Bahagia untuk kita semua


Pada postingan kali ini saya akan membahas tentang model pembelajaran inovatif di era disrupsi. Apa sih itu era disrupsi? Apa saja inovasi-inovasi pembelajaran yang dapat digunakan guru di era disrupsi ini? Mari kita bahas satu per satu dalam video ini.



Demikian pembahasan mengenai Model pembelajaran inovatif di era disrupsi. Mungkin diantara kita sudah pernah menerapkan pembelajaran ini di kelas, namun tak sedikit dari kita yang belum paham bahwa pembelajaran yang kita lakukan adalah menggunakan model pembelajaran Disrupsi inovatif. Bagi teman-teman yang mau membagikan praktik baiknya kepada kita semua, atau memberikan komentar terhadap tulisan saya ini, boleh tinggalkan komen dibawah agar menjadi refleksi untuk kita semua. 

Terima kasih
Wassalamualaikum wr.wb

Jumat, 22 September 2023

Model pembelajaran Quantum Learning

Zulaiha (P2A523030)

Assalamualaikum wr.wb

Salam Bahagia untuk kita semua.

Pada postingan kali ini saya akan membahas tentang model pembelajaran quantum atau quantum learning. Apa sih itu quantum learning? apa saja aspek-aspek nya, prinsip-prinsip quantum learning dan gimana langkah pembelajaran dengan model pembelajaran quantum learning ini. Mari kita bahas satu per satu. 

Model pembelajaran quantum learning adalah suatu strategi dan kiat belajar yang memadukan unsur seni, faktor potensi diri dan lingkungan belajar sehingga proses belajar siswa menjadi lebih meriah, menyenangkan dan bermanfaat. Quantum learning merupakan metode yang mengedepankan suasana yang nyaman, menyenangkan selama proses pembelajaran. Sehingga siswa lebih bersemangat saat proses pembelajaran di kelas. Quantum learning ini sangat cocok kita terapkan pada pembelajaran di kurikulum merdeka saat ini. 

Menurut DePorter dan Hernacki (2011), quantum learning adalah kiat, petunjuk, strategi dan seluruh proses belajar yang dapat mempertajam pemahaman dan daya ingat, serta membuat belajar sebagai suatu proses yang menyenangkan dan bermanfaat. 

Berikut kita bahas aspek-aspek dan prinsip-prinsip quantum learning menurut DePorter dan Hernacki (2011).

Aspek-aspek Quantum Learning 

a. AMBAK (Apa Manfaat Bagi Ku) 

Tentunya setiap pembelajaran mempunyai manfaat bagi siswa. Dalam pembelajaran quantum ini, sebelum pembelajaran berlangsung siswa diberikan gambaran tentang manfaat dan hasil belajar bagi siswa dalam implementasinya dalam kehidupan sehari-hari maupun keuntungan di masa yang akan datang.

 

b. Penataan lingkungan belajar 

Lingkungan belajar yang kondusif dan nyaman akan mempengaruhi mood siswa maupun guru. Maka dari itu kita harus memperhatikan penataan lingkungan belajar. Cara menata perabotan, cahaya dan bantuan visual di dinding, dan papan iklan, semua merupakan kunci bagi siswa yang menerapkan Quantum Learning untuk menciptakan lingkungan dengan baik, akan menjadi sarana yang dilakukan dengan baik dan bernilai dalam membangun dan mempertahankan sikap positif. Pengaturan lingkungan belajar ini sebagai langkah awal yang efektif untuk mengatur pengalaman belajar secara menyeluruh.

 

c. Musik 

Musik juga dapat dipergunakan untuk membantu di dalam belajar siswa yang suka mendengarkan musik untuk mengombinasikan pendengaran dalam belajar. Musik sangat penting dalam Quantum Learning, karena sebenarnya musik berhubungan dan mempengaruhi kondisi psikologis.

 

d. Sikap positif terhadap kegagalan 

Biasanya kegagalan akan membuat siswa merasa akan merasa bodoh, sedih, dan berhenti dalam upaya pencapaian tujuan. Seperti contoh saat siswa mendapatkan nilai ulangan yang kecil, mereka akan cenderung murung dan menutup diri. Tak sedikit dari mereka menjadi malas dalam proses pembelajaran karena mereka merasa telah gagal dan membuat semangatnya menjadi berkurang. Disinilah posisi kita sebagai guru untuk menekankan sikap positif pada setiap individu siswa dengan memberikan umpan balik kepada mereka dan membangkitkan kembali semangat belajar mereka, bahwa setiap hal yang berhasil maka di dalamnya selalu didahului kegagalan kecil.

 

Prinsip-prinsip Quantum Learning 

Terdapat 5 prinsip dalam pembelajaran quantum learning ini diantaranya adalah :

  1. Segalanya berbicara. Segalanya dari lingkungan kelas hingga bahasa tubuh guru (tatapan mata, gerakan tangan dan sebagainya), kertas yang dibagikan, rancangan pelajaran, alat bantu mengajar semuanya mengirim pesan tentang belajar. 
  2. Segalanya bertujuan. Semua yang terjadi dalam pengetahuan anda mempunyai tujuan semuanya.
  3. Pengalaman sebelum pemberian nama. Otak kita berkembang pesat dengan adanya rangsangan kompleks, yang akan menggerakkan rasa ingin tahu. Oleh karena itu, proses belajar paling baik terjadi ketika siswa telah mengalami informasi sebelum mereka memperoleh nama untuk apa yang mereka pelajari. 
  4. Akui setiap usaha. Belajar mengandung risiko. Belajar berarti melangkah keluar dari kenyamanan. Pada saat mengambil langkah ini, mereka patut mendapatkan pengakuan atas kecakapan dan kepercayaan diri mereka. 
  5.  Jika layak dipelajari, maka layak pula dirayakan. Perayaan adalah sarapan pelajar juara. Perayaan memberikan umpan balik mengenai kemajuan dan meningkatkan asosiasi emosi positif dengan belajar.

Langkah-langkah Quantum Learning 

Menurut DePorter, Reardon dan Nurin (2000), terdapat enam langkah utama dalam pelaksanaan model pembelajaran quantum learning yang dikenal dengan istilah TANDUR, yaitu: 

  1. T = Tumbuhkan.
    Tumbuhkan minat belajar siswa dengan memuaskan rasa ingin tahu siswa dalam bentuk Apakah Manfaatnya BAgiku (AMBAK).
    Tumbuhkan minat belajar siswa dengan memuaskan rasa ingin tahu siswa dalam bentuk Apakah Manfaatnya BAgiku (AMBAK).
  2. A = Alami.
    Unsur alami akan mendorong hasrat alami otak untuk menjelajah. Ciptakan atau datangkan pengalaman umum yang dapat dimengerti semua siswa. Jangan sampai anda menggunakan istilah yang asing dan sulit untuk dimengerti, karena ini akan membuat siswa merasa bosan dalam belajar. 
    Unsur alami akan mendorong hasrat alami otak untuk menjelajah. Ciptakan atau datangkan pengalaman umum yang dapat dimengerti semua siswa. Jangan sampai anda menggunakan istilah yang asing dan sulit untuk dimengerti, karena ini akan membuat siswa merasa bosan dalam belajar. 
  3. N = Namai.
    Setelah siswa melalui pengamatan belajar pada kompetensi dasar tertentu, mereka kita ajak untuk menulis di kertas, menamai apa saja yang telah mereka peroleh, apakah itu informasi, rumus, pemikiran, tempat, dan sebagainya. 
    Setelah siswa melalui pengamatan belajar pada kompetensi dasar tertentu, mereka kita ajak untuk menulis di kertas, menamai apa saja yang telah mereka peroleh, apakah itu informasi, rumus, pemikiran, tempat, dan sebagainya. 
  4. D = Demonstrasikan.
    Setelah siswa mengalami belajar akan sesuatu, beri kesempatan kepada mereka untuk mendemonstrasikan kemampuannya, karena siswa akan mampu mengingat 90% jika siswa itu mendengar, melihat dan melakukannya. Melalui pengalaman belajar siswa akan mengerti dan mengetahui bahwa dia memiliki kemampuan dan informasi yang cukup. 
    Setelah siswa mengalami belajar akan sesuatu, beri kesempatan kepada mereka untuk mendemonstrasikan kemampuannya, karena siswa akan mampu mengingat 90% jika siswa itu mendengar, melihat dan melakukannya. Melalui pengalaman belajar siswa akan mengerti dan mengetahui bahwa dia memiliki kemampuan dan informasi yang cukup. 
  5. U = Ulangi.
    Rekatkan keseluruhan materi pelajaran, tunjukan kepada para siswa tentang cara-cara mengulangi materi dan menegaskan "aku tahu bahwa aku memang tahu ini". Pengulangan sebaiknya di lakukan dengan konsep Multi kecerdasan yang dimiliki oleh siswa. Misalkan jika tadi dicontohkan dengan belajar bersepeda dan kemudian jatuh, maka setelah anda bisa menyeimbangkan diri maka anda akan mampu menggunakannya. Anda benar-benar menguasai apa yang anda lakukan. 
    Rekatkan keseluruhan materi pelajaran, tunjukan kepada para siswa tentang cara-cara mengulangi materi dan menegaskan "aku tahu bahwa aku memang tahu ini". Pengulangan sebaiknya di lakukan dengan konsep Multi kecerdasan yang dimiliki oleh siswa. Misalkan jika tadi dicontohkan dengan belajar bersepeda dan kemudian jatuh, maka setelah anda bisa menyeimbangkan diri maka anda akan mampu menggunakannya. Anda benar-benar menguasai apa yang anda lakukan. 
  6. R = Rayakan.
    Perayaan adalah ekspresi dari kelompok seseorang yang telah berhasil mengerjakan suatu tugas atau kewajiban dengan baik. Maka sudah selayaknya jika siswa sudah mengerjakan tugas dan kewajibannya dengan baik untuk dirayakan dengan bertepuk tangan.
    Perayaan adalah ekspresi dari kelompok seseorang yang telah berhasil mengerjakan suatu tugas atau kewajiban dengan baik. Maka sudah selayaknya jika siswa sudah mengerjakan tugas dan kewajibannya dengan baik untuk dirayakan dengan bertepuk tangan.

Demikian pembahasan mengenai Model pembelajaran quantum learning. Mungkin diantara kita sudah pernah menerapkan pembelajaran ini di kelas, namun tak sedikit dari kita yang belum paham bahwa pembelajaran yang kita lakukan adalah menggunakan model pembelajaran quantum learning ini. Bagi teman-teman yang mau membagikan praktik baiknya kepada kita semua, atau memberikan komentar terhadap tulisan saya ini, boleh tinggalkan komen dibawah agar menjadi refleksi untuk kita semua. 

 

Terima kasih

Wassalamualaikum wr.wb

 


Kamis, 14 September 2023

Review Pembelajaran Model Teams Game Tournament (TGT).

 Assalamualaikum wr.wb

Salam Bahagia untuk kita semua 😉

Oke guys kali ini saya akan mereview Pembelajaran Model Teams Game Tournament (TGT).

adapun pada kegiatan mereview ini, saya berdiskusi bersama beberapa teman dalam kelompok saya untuk membahas dan mereview salah satu video ajar yang menerapkan pembelajaran Model Teams Game Tournament (TGT) di Channel Youtube nya.

Terima kasih untuk Bapak Rasyid Syam yang sudah memperbolehkan kami mereview video pembelajaran yang telah beliau upload di Channel youtube nya. 

Sebelum kalian melihat video review dari kelompok kami, ada baiknya kalian menonton video penerapan pembelajaran TGT oleh Bapak Rasyid berikut :



Setelah kalian melihat video penerapan pembelajaran TGT oleh Bapak Rasyid tersebut, apa yang ada di pikiran kalian? Silahkan komen di kolom komen dibawah ini yaa...

Dan berikut ini review kelompok kami terkait pembelajaran Teams Game Tournament serta video reaction kami terhadap video pembelajaran TGT yang diterapkan Bapak Rasyid diatas : 



Demikian review kelompok kami terkait pembelajaran Teams Game Tournament serta video reaction kami terhadap video pembelajaran TGT yang diterapkan Bapak Rasyid. Sekali lagi terima kasih kepada Bapak Rasyid yang sudah memperbolehkan kami mereview video pembelajarannya, mohon maaf bila ada kesalahan dan kekhilafan dari kata-kata kami.

Bagi teman-teman yang mempunyai pengalaman dalam penerapan model TGT di kelas, atau ingin mengomentari video Bapak Rasyid ataupun ingin mengomentari video review kami silahkan tuliskan di kolom komentar.

Terima kasih...😊
Salam Bahagia untuk kita semua

Wassalamualaikum wr.wb


PEMBELAJARAN KOOPERATIF (COOPERATIF LEARNING)

 Assalamualaikum wr.wb

Haii guys, pada blog kali ini saya akan mereview materi pada perkuliahan Model dan Evaluasi Pembelajaran Sains pada pertemuan kedua kemarin bersama bapak Dr.Drs.Syamsurizal, M.Si

Pada pertemuan kedua ini, kita membahas tentang pembelajaran kooperatif (Cooperatif Learning)

Oke, kali ini review pembelajaran kooperatif (Cooperatif Learning) ini sudah saya buat dalam bentuk video yang telah saya upload di channel youtube pribadi saya.

Check it out guys... 



Demikian review saya terkait pembelajaran Kooperatif Learning yang telah dibahas pada perkuliahan Model dan Evaluasi Pembelajaran Sains pada pertemuan kedua kemarin bersama bapak Dr.Drs.Syamsurizal, M.Si

Bagi teman-teman yang mempunyai pengalaman melaksanakan pembelajaran kooperatif di kelas, boleh tulis di kolom komentar agar kita bisa berdiskusi bersama.

Salam Bahagia untuk kita semua
Wassalamualaikum wr.wb


Rabu, 30 Agustus 2023

MODEL DAN EVALUASI PEMBELAJARAN SAINS - MODEL DAN STRATEGI PEMBELAJARAN MASA KINI

 Assalamualaikum wr.wb

Salam Bahagia untuk kita semua.

Perkenalkan, saya Zulaiha salah satu mahasiswa Magister Pendidikan IPA di Universitas Jambi angkatan 2023. Pada postingan kali ini saya akan merefleksikan hasil perkuliahan saya dengan Bapak Dr. Drs. Syamsurizal,M.Si pada mata kuliah Model dan Evaluasi Pembelajaran Sains pada pertemuan pertama.

Pada pertemuan pertama ini, Pak Syamsurizal memberikan gambaran umum bahan kajian model dan evaluasi pembelajaran. Beliau pun menyebutkan 3 bentuk model dan strategi pembelajaran di masa kini yaitu cybergogy, Peeragogy dan Heutagogy. Mari kita bahas satu persatu: 

1. Cybergogy

          Cybergogy merupakan strategi pendidikan yang mendorong para pembelajar untuk terlibat dalam lingkungan belajar dalam jaringan. Lingkungan online, serba terkoneksi internet, kini telah menjadi hal yang lumrah dalam kehidupan kita terutama para mahasiswa. Interaksi kita saat ini lebih banyak dalam bentuk maya baik dalam berinteraksi dan berkomunikasi dengan orang lain. Strategi cybergogy ini dapat menciptakan suatu peluang baru dalam pendidikan, guru dapat menciptakan lingkungan dan iklim belajar yang lebih luas lagi dengan berbasis IT karena siswa dapat menjelajah lebih luas dan para pendidik dapat mengekspolasi pengetahuan menjadi lebih menarik dan relevan dengan kondisi saat ini.


2. Peeragogy

        Peeragogy merupakan strategi pendidikan yang membiasakan untuk terlatih pada belajar bekerjasama dan menciptakan bersama-sama. Strategi ini penting untuk kita terapkan karena pada era sekarang ini, para siswa maupun mahasiswa lebih terbiasa menyendiri dan sangat individual karena semua materi pembelajaran dapat diakses di internet sehingga sangat sedikit sekali siswa yang terbiasa bekerja kelompok dengan teman sebaya nya. Padahal keterampilan di abad 21 ini mensyaratkan kompetensi siswa untuk mampu berkolaborasi dengan individu lainnya. Kompetensi ini perlu ditanamkan melalui strategi peeragogy. 

3.  Heutagogy

        Heutagogy merupakan strategi mendidik siswa yang mendorong mereka untuk mencari keahlian maupun keterampilan mengarahkan diri. Tanpa kemampuann mengarahkan diri, siswa akan sangant mudah terpengaruh dan teralihkan oleh fitur digital lainnya. Kita sadari bahwa saat ini perkembangan IT terutama gadget dengan berbagai aplikasi-aplikasinya dapat mengganggu konsentrasi siswa dan makin mengganggu fokus belajar siswa. Jika siswa hanya fokus dan terlena dengan penggunaan gadgetnya maka siswa akan selalu terbuai dengan berbagai konten-konten di media sosial yang dapat membuat konsentrasi belajarnya terganggu. Hal ini dapat mengakibatkan siswa memiliki pengetahuan dangkal dan tidak mampu memahami permasalahan secara mendalam dan komprehensif. 

Adapun hal yang dibahas pada pertemuan pertama kemarin yaitu 9 kecerdasan yang dimiliki oleh manusia, antara lain sebagai berikut :

1. Naturalistik : memiliki kepekaan lebih terhadap alam

2. Bermusik : lebih tertarik dengan musik, sensitif terhadap suara, mengenali nada-nada

3. Logika-matematis : dengan angka dan matematika, cenderung berpikir logis

4. Eksitensial : banyak berpikir sebab-akibat, kecerdasan spiritual/moral

5. Interpesonal : sangat mudah bergaul dengan orang lain, mempunyai rasa empati yang tinggi

6. Intrapersonal : Pintar untuk mengelola emosi, mengelola stres, cenderung dewasa

7. Linguistik : mudah memahami kata-kata dan pandai menuliskannya

8. Kinestetik : Kepekaan tubuh yang sangat baik, keterampilan motorik sangat baik

9. Spasial : mempunyai imajinasi yang tinggi, kreatif dan visioner

Sebagai seorang pendidik, kita sebaiknya memahami dan menganalisis kecerdasan yang ada pada siswa sehingga kita dapat menerapkan model pembelajaran yang tepat sesuai dengan kecerdasan serta gaya belajar yang dimiliki oleh siswa. 


Tidak dapat kita pungkiri bahwa kehidupan kita saat ini tidak dapat dilepaskan dengan perkembangan teknologi, siswa akan mendapatkan semua informasi dan hal baru maupun materi-materi pembelajaran dari internet dengan cukup mengetikkan keywords nya saja. Hal ini tentu sangat berbeda dengan zaman dahulu, dimana peran guru serta buku pelajaran merupakan sumber satu-satunya bagi siswa dalam mendapatkan informasi. 

Maka dari itu, kita sebagai pendidik sebaiknya memanfaatkan hal tersebut untuk mempermudah kita dalam proses pembelajaran di sekolah. Kita harus beralih dari cara mengajar dimana guru sebagai satu-satunya sumber informasi menjadi guru sebagai fasilitator. Dalam pembelajaran di kelas,pergunakanlah sumber-sumber belajar dari berbagai sumber, guru cukup memfasilitasi dan memberikan motivasi kepada siswa. Sebagai guru, kita harus tetap tangguh dan responsif agar dapat terus survive dengan perkembangan teknologi saat ini. "Teknologi tidak akan menggantikan guru, namun teknologi di tangan guru yang hebat akan mencapai hasil yang baik". Pendidik harus juga terus belajar sebelum mengajar di sekolah. Karena belajar itu sepanjang hayat. 

Dari Perkuliahan hari pertama ini, saya mendapatkan berbagai informasi tentang 3 bentuk stragegi pendidikan, 9 macam kecerdasan manusia serta cara menanggapi perkembangan teknologi dalam dunia pendidikan. Hambatan yang mungkin dialami oleh para guru yaitu minimnya kesadaran siswa untuk memanfaatkan teknologi yang ada saat ini untuk mencari informasi dan materi pembelajaran, mereka lebih tertarik mencari informasi ataupun membuka aplikasi-aplikasi sosial media dan games.

Maka dari itu, kita sebagai pendidik berperan sebagai fasilitator dan motivator yang memberikan motivasi kepada mereka untuk memanfaatkan gadget nya tersebut untuk mendapatkan ilmu-ilmu pengetahuan yang bermanfaat untuk pendidikan mereka.

Demikian refleksi dan review saya terhadap materi perkuliahan model dan evaluasi pembelajaran sains pada pertemuan pertama. Semoga informasi yang saya dapat ini dapat bermanfaat bagi saya maupun bagi rekan-rekan yang membaca artikel ini serta menjadi amal jariyah bagi Dr.Drs. Syamsurizal,M.Si yang telah membagikan materi tersebut kepada kami.

Wassalamualaikum wr.wb


Transformasi Pembelajaran Melalui Difusi dan Inovasi: Menuju Masa Depan Pendidikan

Pendidikan adalah pilar utama dalam pembangunan suatu masyarakat. Seiring dengan perkembangan zaman, metode pembelajaran juga perlu terus be...