Assalamualaikum wr.wb
Salam Guru Penggerak!!
Bergerak, tergerak, menggerakkan!!
Kali ini saya akan menuliskan refleksi dari kegiatan pendidikan guru penggerak ini yang telah saya jalani selama kurang lebih 2 minggu. Jujur saya tidak begitu yakin akan sampai pada tahap ini, terpilih menjadi calon guru penggerak angkatan 5 mengalahkan ribuan pelamar diluar sana. Saya bukan orang yang pintar, tapi saya orang yang mau selalu belajar dan mengupgrade diri saya dengan cara apapun termasuk dengan cara mengikuti pelatihan-pelatihan, termasuk Pendidikan Guru Penggerak ini.
Pengumuman kelulusan guru penggerak ini saya dapat pada tanggal 5 April 2022 di simpkb guru penggerak. Bersyukur bisa menjadi calon guru penggerak ini dengan semua konsekuensi yang harus dijalani selama 6 bulan kedepan.
Pembukaan Program Guru Penggerak dilaksanakan secara daring pada tanggal 18 Mei 2022 dibuka oleh Dr.Iwan Syahril,Ph.D selaku Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan.
Berikut video Lokakarya Orientasi :
Kemudian para CGP dan PP beserta kepala sekolah dan pengawas masuk kedalam kelas masing-masing, disana kita saling berkenalan satu sama lain. baik dengan sesama CGP, dengan para PP juga dengan kepala sekolah serta pengawas. dalam kegiatan ini juga kita mendapatkan sedikit gambaran tentang apa saja yang akan kita semua laksanakan untuk Pendidikan guru penggerak selama 6 bulan kedepan, membuat aturan kelas, membuat harapan dan kekhawatiran tentang apa yang akan terjadi kedepan.

Sebelum memulai pembelajaran di lms, yaitu dimulai dari modul 1.1 kami semua harus melakukan pretest terlebih dahulu untuk melihat kemampuan awal sebelum mempelajari modul tersebut. Kemudian pada kegiatan Mulai dari diri, peserta diminta untuk refleksi diri tentang pemikiran ki hadjar dewantara. Kemudian pada ekspolasi konsep, barulah kita belajar tentang kerangka pemikiran KHD, asas pendidikan KHD, Pendidikan yang menuntun, kodrat zaman dan kodrat alam, Budi Pekerti serta interpretasi pemikiran KHD.

Kemudian semua pengetahuan yang kami dapatkan dari modul ekspolasi konsep, di diskusikan lagi dengan teman-teman sesama CGP,PP juga fasilitator di ruang diskusi virtual. Dalam kegiatan tersebut, selain membahas tentang Filosofi pemikiran KHD , kami juga merefleksikan proses kegiatan belajar mengajar kami selama ini dikelas, apakah sudah mencerminkan pembelajaran yang sesuai dengan filosofi KHD apa belum. Banyak sekali sharing ilmu yang didapat dari teman-teman semuanya, dan kita sama-sama sepakat untuk terus memperbaiki sistem pengajaran di kelas agar dapat berpihak pada anak.

Kemudian pada ruang kolaborasi, kami diminta untuk mendiskusikan pemikiran KHD yang dapat diimplementasikan dalam konteks lokal sosial budaya daerah asal. Pada kegiatan ini kami sepakat untuk mengangkat tentang budaya "senjang" yaitu salah satu kesenian dari musi banyuasin yang kami kira dapat diimplementasikan dalam pendidikan. Tak cukup dengan waktu gmeet yang disediakan dari fasilitator, kami mengadakan diskusi virtual mandiri untuk menyelesaikan diskusi ini. Pada keesokan harinya, kami diminta untuk mempresentasikan hasil diskusi kami. Saya yang telah mendapat tugas sebagai pemateri, malah kehilangan sinyal disaat itu. saya sangat panik, takut bercampur kesal karena pada saat itu yang saya harapkan hanya agar saya dapat melaksanakan tugas saya dengan baik, namun apadaya sinyal sering kali menjadi hambatan. Untung saja teman sekelompok saya langsung menghandle semuanya, mereka memulai presentasi tanpa adanya saya. Alhamdulillah setelah beberapa cara yang saya coba, akhirnya sinyal saya pulih kembali. saya bisa ikut bergabung lagi dalam forum diskusi, saya bisa ikut andil dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan dari kelompok lain. Setelah mendapatkan berbagai masukan dari teman-teman CGP juga dari fasilitator dan PP serta dengan melakukan diskusi virtual akhirnya tugas siap untuk di upload di lms 1.1.a.5.2

Pada tugas demonstrasi kontekstual , kami diminta untuk membuat karya demonstrasi dalam bentuk video, infografis, puisi atau bahkan lagu. saya membuat video demonstrasi kontekstual ini, kemudian menguploadnya dalam channel youtube pribadi saya. Kemudian pada elaborasi pemahaman tanggal 30 Mei 2022 melalui gmeet, kegiatan dipandu oleh ibu Deta Ratna Kristanti Iswari sebagai instruktur/pemateri. Dalam kegiatan ini kita membahas dan mendiskusikan tentang refleksi filosofis pembelajaran ki hadjar dewantara. Banyak sekali ilmu yang di dapat dari kegiatan elaborasi pemahaman ini, juga berbagi pengalaman dengan sesama CGP dan Instruktur tentang permasalahan-permasalahan yang sering timbul di sekolah.
Berikut ini videonya :
Kegiatan selanjutnya yaitu koneksi antar materi , disini kita diminta untuk membuat kesimpulan dan refleksi terhadap pengetahuan dan pengalaman baru yang dipelajari dari pemikiran ki hadjar dewantara. Saya membuat video koneksi antar materi tersebut kemudian menguploadnya dalam channel youtube saya. Dalam proses pembuatan video ini, saya merasa video yang saya buat sangat jauh dari kata bagus, karena saya berekspetasi untuk membuat video yang baik dengan ditambahkan berbagai foto dan video pendukung refleksi kegiatan saya namun karena kekurangan waktu maka saya membuat video tersebut dengan hasil seadanya. jujur saya pun merasa kurang puas dengan hasil video tersebut, saya bertekat akan berusaha pada proyek berikutnya akan lebih maksimal lagi.
Berikut ini videonya :
Kegiatan terakhir yaitu aksi nyata. Setelah saya mempelajari modul 1.1 tentang Filosofi ki hadjar dewantara, saya mulai tergerak untuk mulai mengubah cara atau model pembelajaran saya di kelas. Jika dulu saya hanya melihat nilai siswa dari hasilnya saja, kali ini saya lebih menghargai proses siswa dalam pembelajaran. Saya berusaha bagaimana agar proses pembelajaran di kelas tidak membuat siswa tertekan, saya berusaha membuat proses pembelajaran di kelas lebih menyenangkan sehingga siswa merasakan senang berada di kelas, siswa mendapatkan pembelajaran dengan cara bermain.
Pada kelas VII materi sistem tata surya, saya mengajak siswa membuat model bentuk tata surya dari kertas bekas. Hal ini sesuai dengan filosofi KHD tentang kodrat alam dan kodrat zaman, siswa harus bisa memanfaatkan kertas bekas yang ada di sekitarnya untuk digunakan sebagai bahan ajar mereka. Siswa saya buat menjadi beberapa kelompok, tiap kelompok saya tugaskan untuk membawa kertas bekas, cat air, steroform/kardus bekas. Dengan berkelompok, siswa dapat berkolaborasi dengan teman sekelasnya, dapat melatih budi pekerti mereka untuk tidak egois dalam melaksanakan tugas kelompok.

Langkah pembuatan model tata surya tersebut yaitu kertas bekas yang telah disiapkan dihancurkan dan dimasukkan ke dalam air hingga terbentuklah bubur kertas, kemudian bubur kertas ini dibentuk hingga membentuk bulatan-bulatan kecil, ukuran bulatan-bulatan ini berbeda tergantung dengan jenis planet-planet yang dibuat. Hal ini dimaksudkan agar siswa dapat memahami bahwa ukuran planet-planet pada tata surya itu berbeda. Setelah bulatan-bulatan kecil tersebut jadi, kemudian dikeringkan hingga mengeras, setelah itu bulatan-bulatan tersebut di cat dengan menggunakan cat air, warna cat ini dibedakan berdasarkan warna dari planet-planet yang dibuat. Hal ini dilakukan agar siswa memahami bentuk dan warna serta sifat dari planet-planet tersebut.

Setelah di cat, kemudian bulatan planet tersebut ditempelkan di atas steroform ataupun kardus bekas. Penempelan harus berurutan sesuai dengan urutan tata surya. kegiatan ini dimaksudkan agar siswa dapat memahami urutan dari sistem tata surya. Serta diberi nama tiap model planet-planet tersebut dengan menggunakan kertas, agar anak lebih dapat mengingat urutan dari sistem tata surya.


Kemudian perwakilan dari kelompok untuk mendiskusikan hasil dari karya nya di depan kelas, memaparkan model tata surya yang dibuat dan membuka diskusi kecil dengan kelompok lain. Hal ini bertujuan agar dapat menciptakan ruang bagi murid untuk bertumbuh secara utuh agar mampu memuliakan dirinya dan orang lain.

Alhamdulillah dalam proses kegiatan aksi nyata dikelas ini tidak ada hambatan yang berarti , siswa dapat melaksanakan tugas yang saya berikan dengan baik, bisa membagi tugas dengan teman-teman satu kelompok hingga pekerjaan kelompoknya dapat menghasilkan hasil yang baik. Perasaan saya ketika menerapkan aksi nyata ke dalam kelas, saya merasa sangat senang ternyata siswa lebih mudah memahami materi yang diberikan dengan cara praktikum dibandingkan dengan model konvensional seperti dahulu. Karena saya sudah pernah mengajarkan kepada mereka tentang tata surya tapi dengan metode ceramah, pada saat itu hanya beberapa siswa saya yang dapat menjawab ketika saya tanya langsung secara lisan, semua berbeda saat saya mengganti model pembelajaran dengan praktikum yang menyenangkan, semua siswa bisa menjawab pertanyaan tersebut dengan mudah.
Kemudian, pada tanggal 3 Juni 2022 kemarin saya mendapatkan pendampingan individu dari Pengajar Praktik saya, Bapak Suratman,S.Pd.,M.Pd. Dalam kegiatan ini beliau juga membantu saya merefleksikan diri saya tentang apa saja yang saya dapat dan yang saya pelajari selama mempelajari modul 1.1, beliau juga menanyakan mengenai aksi nyata saya di dalam kelas, diskusi pembuatan kerangka portofolio, diskusi peta posisi diri dan rencana pengembangan diri dalam kompetensi guru penggerak serta memberikan bimbingan dan arahan kepada saya demi kelancaran dalam mengikuti Pelatihan Guru Penggerak ini.

Pelajaran yang saya dapatkan dari proses pembelajaran pada modul 1.1 ini yaitu Bagaimana kita sebagai guru harus bisa menerapkan pendidikan yang berpusat pada anak. Guru sebagai pamong dalam memberi tuntunan dan arahan pada anak, memberikan tuntunan agar anak dapat menemukan kemerdekaannya dalam belajar. Pendidikan pada anak sejatinya menuntut anak mencapai kekuatan kodratnya sesuai dengan alam dan zaman. Bila melihat dari kodrat zaman, pendidikan saat ini menekankan pada kemampuan anak untuk memiliki Keterampilan Abad ke-21, sedangkan dalam kodrat alam, kita sebagai pendidik harus bisa memanfaatkan kekayaan alam atau lingkungan siswa untuk menjadi bahan ajar siswa salah satunya pembuatan model tata surya ini.
Hal yang baru saya ketahui mengenai diri saya setelah proses ini yaitu bahwa dalam proses pembelajaran di dalam kelas saya masih banyak sekali kekurangan. Selama ini saya tidak menerapkan pembelajaran yang memerdekakan siswa, saya hanya berpatok pada nilai KKM tanpa memperhatikan nilai proses. Selama ini saya hanya berpikir bagaimana peserta didik saya paham dengan materi materi yang saya berikan dan dapat mengerjakan semua tugas dengan baik dan tentunya memperoleh nilai yang bagus.
Hal yang bisa saya lakukan dengan lebih baik jika saya melakukan hal serupa di masa depan yaitu saya harus terus berinovasi mencari model pembelajaran berdasarkan materi-materi ajar yang dapat digunakan dikelas sehingga pembelajaran dapat berpusat pada murid dan membuat siswa merasa nyaman di kelas.
Aksi/tindakan yang akan saya lakukan setelah belajar dari peristiwa ini yaitu saya akan memperbaiki proses pembelajaran saya dikelas. saya akan menjadi pamong yang dapat memberikan tuntunan kepada siswa agar siswa dapat menemukan kemerdekaannya dalam belajar. Melaksanakan pendidikan pada anak yang sesuai dengan tuntutan kodrat alam dan kodrat zaman, salah satunya penggunaan IT dalam proses pembelajaran. Kita sebagai guru harus melek teknologi mengikuti perkembangan zaman agar tidak tertinggal dari negeri lain, namun kita juga harus menyaring budaya asing yang masuk ke Indonesia dengan tetap mengutamakan kearifan lokal sosial budaya Indonesia.
Tentunya untuk mewujudkan semua harapan saya itu akan sangat memerlukan bantuan dari semua pihak, Bantuan dari fasilitator, bimbingan dari pengajar praktek, support dari Kepala Sekolah, Kolaborasi dengan rekan sesama guru, lingkungan yang mendukung, serta siswa sebagai objek pertama dalam tujuan Pendidikan ini.
Demikian Jurnal refleksi Dwi Mingguan saya, saya harap refleksi diri saya ini dapat menjadi acuan bagi saya untuk dapat lebih baik lagi kedepannya. Semoga saya dapat terus menyelesaikan tugas-tugas pada lms ini hingga akhir, begitu pula dengan proses pembelajaran di kelas saya harapkan dengan mengikuti Pelatihan Guru Penggerak ini saya bisa bergerak untuk memperbaiki pola pikir saya terhadap sistem pendidikan, tergerak untuk mengubah cara saya dalam menerapkan sistem pendidikan di kelas serta dapat menggerakkan rekan-rekan guru untuk dapat mempelajari filosofi ki hadjar dewantara kemudian menerapkannya dalam aksi nyata di kelas.
wassalamualaikum wr.wb





Tidak ada komentar:
Posting Komentar